Logo Loader

Berikan Bantuan Saprodi, Dorong Capai Target Swasembada Pangan Nasional

DINAS KETAHANAN PANGAN 04 Juni 2025 10 bulan yang lalu 37 kali dibaca
Blog Image
Email :
Sejalan dengan Program Pemerintah Pusat, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) terus mendorong berbagai upaya untuk mencapai target swasembada pangan Nasional, serta dalam upaya untuk mendukung kegiatan PEDA XI KTNA tingkat provinsi yang dilaksanakan di Kubar. DKP melalui Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan menyerahkan bantuan Saprodi berupa pupuk dan bibit sayur untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Margomulyo yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Kampung Rejo Basuki Kecamatan Barong Tongkok sebagai Kampung Pangan, Senin siang (2/6).
Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Rachel Pakkung AMG SKM M AP menuturkan, kita harus bersyukur hari ini KWT mendapatkan bantuan walaupun tidak banyak. Kami sangat berharap dengan penyerahan bantuan ini dapat mendukung kegiatan ibu-ibu, terutama dalam rangka menyambut PEDA halaman bisa hijau/pemanfaatan pekarangan bisa betul-betul dimanfaatkan. Seperti yang disampaikan pada tahun 2023 kegiatan semacam ini berkelanjutan, oleh sebab itu ibu-ibu jangan stop ketika bibit habis tetapi bagaimana upaya kita agar terus bergulir/berkelanjutan untuk membeli bibit tersebut dari hasil panennya, sehingga pekarangan bisa terus produktif, harap Rachel.Turut hadir dalam Petinggi Kampung Rejo Basuki, PPL, Ketua KWT beserta anggota.
Pada kegiatan gelar teknologi nanti, kegiatan Dinas Ketahanan Pangan dalam Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan tempat mewakili empat kampung pangan yakni Purwodadi, Awai, Intu Lingau termasuk Rejo Basuki. Di lokasi gelar teknologi merupakan miniatur kempat kampung pangan, oleh sebab itu jika di lokasi gelar teknologi ada tanaman di kampung pangan juga harus ada tanaman. Sekali lagi gelar teknologi yang ada di Venue PEDA sebagai miniature 4 kampung pangan, oleh sebab itu tanaman yang ada di sana harus ada di kampung pangan dan kelompok KWT diharapkan bisa mengunjungi untuk melihat langsung percontohan yang sudah ditampilkan pada gelar teknologi, terang Rachel.
Selanjutnya bibit yang sudah diserahkan diharapkan bisa terus dikelola untuk keberlanjutan menanam di pekarangan. Sistim panen padi di kubar masih satu kali dalam satu tahun, oleh sebab itu perlu didukung dengan komoditi yang lainnya, seperti menanam jagung, singkong, ubi, talas. Jika tidak tersedia nasi maka kita bisa mengkonsumsi sumber karbohidrat lainnya, seperti jagung, singkong, ubi-ubian dan lainnya, ungkap Rachel.
Untuk diketahui bersama saat ini TNI dan Polri juga didorong untuk menanam jagung dan padi, apalagi masyarakat kita harus menanam jagung, singkong, ubi, talas menuju swasembada pangan. Kenapa kita harus gencar menanam menuju swasembada pangan, karena saat ini banyak negara-negara yang menutup krans ekspor, dimana Indonesia Negara kedua terbesar pengimpor tepung terigu, jika dari luar tidak mau mengirimkan dari mana kita mendapatkannya oleh sebab itu kita perlu menanam singkong atau jagung. Untuk singkong bisa dibuatkan tepung Mokaf/jagung dan tepung tapioka, sehingga kita diminta untuk mengelola alam yang ada disekitar kita untuk menuju swasembada pangan dan kita harus mandiri, berkenaan dengan kenaikan tariff pajak tentu harga juga akan ikut berpengaruh, tutur Rachel.
Begitu juga dengan adanya kegiatan PEDA tentu akan membutuhkan bahan pangan yang lebih banyak dari biasanya, selain itu ada juga kegiatan Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dimana nantinya setiap hari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan melayani 2500-3000 siswa yang diberi makan, itu artinya akan membutuhkan pangan lebih banyak, seperti beras, sayur, buah, bumbu, ikan, telur dan daging. Kegiatan tersebut juga merupakan ajakan pemerintah pusat agar ada perputaran ekonomi di daerah kita, dari SPPG tidak mengambil bahan pangan dari luar Kubar.
Kampung Rejo Basuki sudah terkenal dengan penghasil sayur dan bumbu-bumbu dapur diharapkan terus di kembangkan, kita berharap jangan sampai semua produk yang diperlukan oleh SPPG semuanya didatangkan dari luar Kubar.
Dengan kegiatan MBG kita harus ambil segi positif, untuk menopang kabupaten kita maju oleh sebab itu mari kita menanam. Melalui MBG selain anak-anak terpenuhi kebutuhan Gizi masyarakat juga bisa meningkatkan perekonomian melalui penyediaan pangan, tutup Rachel. (DKP10)